Bagaimana Cara Ternak Domba untuk Pemula ?

Beternak domba dapat menjadi alternatif usaha yang cukup menjanjikan karena bulu, daging, dan susunya memiliki nilai ekonomi, bahkan kotorannya dapat dijadikan pupuk. Domba juga tidak memiliki bau yang menyengat seperti kambing sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Sebelum memulainya, ada 6 hal yang harus Anda diperhatikan tentang ternak domba untuk pemula, seperti berikut ini. 

  1. Lokasi Kandang

Hal pertama yang harus dilakukan oleh peternak domba pemula adalah mencari lokasi yang tepat agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, seperti jauh dari pemukiman penduduk, berjarak minimal 10 meter dari mata air, cukup luas, tenang, udaranya segar, serta dekat dengan tempat pemasaran dan sumber pakan.

  • Kandang Domba

Setelah menemukan lokasi yang tepat, hal yang Anda lakukan selanjutnya adalah membuat kandang sebagai tempat berlindung domba. Kandang domba yang baik adalah kandang yang terbuat dari kayu, kuat, memiliki ventilasi dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, mudah dibersihkan, tidak banjir terutama saat musim hujan, memiliki saluran pembuangan, dan memiliki lubang sebagai tempat menampung kotoran.

Ada tiga jenis kandang yang dapat Anda buat, yaitu kandang tunggal, kandang ganda, dan kandang lemprak.

  • Kandang Tunggal

Domba di dalam kandang ini berada dalam satu baris dan di bagian belakangnya terdapat saluran pembuangan untuk membuang kotoran.

  • Kandang Ganda

Domba di dalam kandang ini saling berhadapan atau saling membelakangi.

  • Kandang Lemprak

Biasanya, domba di dalam kandang ini adalah domba kereman dengan alas kandang berupa sisa hijauan dan kotoran domba.

  • Bibit Domba

Hal penting lainnya tentangternak domba untuk pemulayang harus diperhatikan adalah memilih bibit domba dari indukan, baik jantan maupun betina, yang baik sehingga Anda akan mendapatkan hasil yang berkualitas.

Ciri-ciri induk jantan yang baik adalah tidak terlalu gemuk, tubuhnya besar, panjang, dan simetris, tidak cacat, usia minimal 1 ½ tahun, memiliki sepasang testis yang normal, selaput mata tidak pucat, cuping hidung lembap, bulu tidak kaku dan tidak kusam, memiliki tonjolan tulang yang besar di kaki, serta berasal dari induk yang melahirkan domba 2 ekor atau lebih.

Sementara itu, ciri-ciri induk betina yang baik adalah tidak terlalu gemuk, tubuhnya besar, panjang, dan simetris, tidak cacat, usia 1 ½ – 2 tahun, memiliki puting yang lengkap, memiliki ambing yang besar, selaput mata tidak pucat, bulu tidak kaku dan tidak kusam, sehat, bentuk perut dan ekor normal, serta nafsu kawinnya tinggi.

  • Pakan Domba

Ada dua jenis pakan yang dapat Anda berikan, yaitu hijauan dan konsentrat. Anda juga dapat menambahkan vitamin tambahan dan suplemen untuk memenuhi nutrisi ternak domba yang tidak didapatkan dari kedua jenis pangan tersebut.

  • Perawatan Dan Pemeliharaan Domba 

Perawatan dan pemeliharaan ternak domba yang dapat Anda lakukan adalah memandikan seminggu sekali, memotong kuku, mencukur bulu, membersihkan kandang dari sisa pakan dan kotoran, mengecek gudang pakan untuk mencegah jamur, dan menyemprotkan disinfektan di sekitar lingkungan kandang.

  • Mengetahui Penyakit Domba Dan Solusinya

Penyakit yang sering menyerang domba adalah cacingan dan kudis. Jika ternak domba terkena salah satu atau kedua penyakit tersebut, Anda dapat mengatasinya dengan memberikan obat yang tepat.

Itulah 6 hal yang harus diperhatikan saat memulai beternak domba. Jika ingin mengetahui informasi lebih mendetail tentang ternak domba untuk pemula, silakan kunjungi www.pelatihanpeternakan.comdan ikuti pelatihan yang diadakan oleh Farm 78 Jogja. 

Leave a Reply

Open chat
CHAT WA Disini