Bagaimana Cara Ternak Domba Sistem Gembala ?

Saat ini, domba memiliki nilai ekonomi yang terhitung tinggi karena permintaan pasar akan bulu, daging, dan susunya selalu meningkat. Selain itu, kotoran domba juga dapat digunakan sebagai pupuk. Melihat hal ini, beternak domba dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sebelum memulainya, Anda harus mengetahui segala hal tentang beternak domba, termasuk sistem yang akan digunakan. Sistem ini akan memudahkan Anda dalam memelihara, merawat, dan mengawasi ternak domba dengan baik dan benar. Salah satunya adalah ternak domba sistem gembala.

Biasanya, ternak domba dengan sistem gembala dilakukan di pedesaan karena memang masih terdapat padang rumput yang luas atau perkebunan. Jika menggunakan sistem ini, Anda harus menggiring atau memberikan akses jalan kawanan domba ke padang rumput atau perkebunan dan menunggunya hingga kawanan tersebut merasa kenyang. Jika sudah kenyang, Anda harus menggiring kawanan domba tersebut kembali ke kandang. 

Cara Melakukan Sistem Gembala Di Area Yang Terbatas

Untuk menggunakan sistem gembala, Anda harus melakukannya di padang rumput yang luas atau di perkebunan. Meskipun demikian, bukan berarti Anda tidak dapat melakukannya di perkotaan yang hamparan hijaunya mulai tergantikan oleh gedung-gedung bertingkat dan perumahan. Lalu, bagaimana melakukan ternak domba sistem gembaladi area yang terbatas?

  1. Mendirikan Benteng Dengan Menggunakan Bata

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mendirikan benteng dengan menggunakan bata sebagai pengganti area padang rumput atau perkebunan seperti di pedasaan. Gunakan kawat berduri di bagian atas benteng agar lebih aman dan meminimalkan terjadinya pencurian domba.

  • Membagi Luas Benteng

Jika benteng sudah berdiri kukuh, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membagi luas benteng menjadi kandang, ruang menyimpan rumput, ruang untuk memandikan domba, dan ruang untuk berjaga. Meskipun sistem gembala lebih banyak melakukan aktivitas di area terbuka, ternak domba tetap membutuhkan kandang untuk tempat berteduh saat musim hujan dan beristirahat.

  • Membagi Area Gembala Menjadi Dua Bagian

Agar sistem gembala di area terbatas ini maksimal, Anda harus membagi area gembala menjadi dua bagian dengan menggunakan selokan gantung. Selokan gantung ini berfungsi sebagai tempat minum ternak yang diisi dengan air dan vitamin.

Pembagian area ini dilakukan agar ternak domba tidak merasa kelaparan jika salah satu area mulai gundul. Misalnya, rumput di area pertama sudah gundul dan Anda harus menggiring ternak ke area kedua. Gembalakan ternak di area kedua hingga rumput di area pertama tumbuh subur kembali.

  • Memberikan Penerangan Yang Cukup

Memberikan penerangan yang cukup dapat membuat ternak domba merasa semangat, lebih aktif, dan lebih betah. Selain itu, juga dapat membuat suasana peternakan menjadi lebih hidup.

  • Tetap Mengarit

Meskipun menggunakan sistem gembala, Anda tetap harus mencari dan mengarit rumput. Hal ini dikarenakan area ternak sangat terbatas dan jumlah pakannya tidak mencukupi kebutuhan domba. Normalnya, seekor domba membutuhkan area gembala dengan rumput hijau kurang lebih seluas 143 meter persegi. 

  • Memasang Musik

Memasang musik di peternakan dapat membuat Sang Penjaga lebih bersemangat dan tetap terjaga. Suasana peternakan juga tidak terlalu sepi dan lebih hidup. Selain itu, memasang musik juga dapat digunakan sebagai sinyal bahwa ada orang-orang yang selalu terjaga sehingga dapat meminimalkan terjadinya aksi pencurian.Jika Anda ingin mengetahui segala hal tentang ternak domba sistem gembalalebih mendalam, silakan ikuti pelatihan yang diadakan oleh Farm 78 Jogja dengan mengunjungi www.pelatihanpeternakan.com. Selamat mengikuti pelatihan, ya

Leave a Reply

Open chat
CHAT WA Disini