Bagaimana Cara penggemukan kambing etawa dan domba merino ?

Secara umum kambing merupakan hewan ternak yang populer di Indonesia. Kambing domba sendiri sering dimanfaatkan dagingnya untuk keperluan aqiqah, hewan kurban, masakan restoran dan lain lain. Dan tidak mengherankan apabila banyak orang yang berminat untuk mengembangkan dan memelihara kambing domba ini. 

Cara Penggemukan Kambing Domba

Dari berbagai sumber menjelaskan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi cepat atau lamanya penggemukan, diantaranya adalah kualitas pakan, faktor parasit, tingkat stres ternak, faktor genetik pada ternak dan kemudian faktor kebersihan hewan, pencahayaan drainase, luas kandang, jangan dipukuli, jangan ditampari, dibentak atau bahkan ditendang-tendang. 

Namun belakangan terdapat banyak peternak mengalami kesulitan bagaimana cara mendapatkan kambing domba yang gemuk dan sehat sehingga akan mendapatkan banyak keuntungan. Berikut akan diulas mengenai cara penggemukanya. Sebuah studi penelitian mendapatkan hasil pada 2008 dilakukan di universitas di Bogor mendapatkan kambing domba yang gemuk dan sehat. 

  • Kandang

Secara umum pada penelitian ini kandang yagn digunakan berukuran panjang 105 cm, lebar 60 cm dan tinggi 110 cm. Di dalam kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum.

  • Perlakuan

Masing-masing perlakuan yang digunakan adalah perlakuan 1 berupa 80% rumput brachiraria humiidicola dan 20% ransum komplit selama 2 bulan. perlakuan 2 adalah 20% rumput brachiaria humidicola dan 80% ransum komplit selama 2 bulan. perlakuan 3 berupa 20% rumput brachiaria hunicidicola dan 80% ransum komplit pada bulan pertama dan 20% pada bulan kedua.

  • Pakan

Hal itu dimulai dengan kambing domba yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 ekor dengan usia dibawah 1 tahun dengan bobot rata-rata sekitar 15,87 kg. berikutnya untuk usia yang dipilih secara teori pada usia tersebut pada akan didapat kelajuan pertumbuhan yang akan terus menerus. Ternyata dari 12 kambing domba tersebut diperoleh masing-masing beda. Pakan yang digunakan adalah pakan ransum komplit dan hijau-hijauan. Tumbuhan hijau yang dimaksud adalah rumput brachiaria humidicola. dan ransum komplit yang digunakan adalah pakan komersial dari sapi. Sementara itu, untuk bahan-bahan yang digunakan dalam penyusunan ransum komplit yaitu lollard, tepung roti, bungkil kopra, kulit cokelat, kapur, garam dan urea. 

Perlakuan Terhadap Kambing Yang Berkaitan Dengan Penggemukan

Dari penelitian terhadap kambing domba yang dilakukan di bogor ini menghasilkan pertambahan berat badan secara harian. 

  • Hasil Perlakuan Pertama

Pada perlakuan pertama domba diberikan 80% rumput dan 20% ransum komplit selama dua bulan dengan pertumbuhan berat badan harian domba sekitar 45 gram/hari/ekor.

  •  Hasil Perlakuan Kedua

Pada perlakuan kedua ini adalah domba diberikan makan rumput 20% rumput brachriaria humidicola dan 80% ransum komplit pada bulan pertama, dan begitu pula pada bulan kedua maka didapat hasil perumbuhan berat badan domba sebesar 65,56 gram/hari/ekor. 

  •  Hasil Perlakuan Ketiga

Pada perlakuan ketiga adalah diberikan makan 20% rumput brachriaria himidicola dan 80% ransum komplit pada bulan pertama dan 80%rumput brachria humidicola dan 20% ransum pada bulan kedua maka didapatkan hasil berupa knaikan berat badan kambing domba sebesar 34,46 gram/hari/ekor.

Dari penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dari ketiga perlakuan maka didapatkan perlakuan kedua meiliki kenaikan berat bada yang tertinggi pada kambing domba dengan kenaikan sebesar 65,56 gram/hari/ekor. Kemudian diikuti oleh perlakuan pertama dengan kenaikan kambing domba sebesar 45 gram/hari/ekor. Dan yang paling kecil mengalami kenailkan berat badan kambing domba adalah dari perlakuan ketiga yaitu kambing domba mengalami kenaikan sebesar 34,46 gram/hari/ekor. 

Untuk lebih jelas dapat dilihat di www.pelatihanpeternakan.comdan Anda akan dapat memiliki pembudidayaan secara mandiri. 

Leave a Reply

Open chat
CHAT WA Disini