Apa itu Reproduksi Ternak Domba ?

Pengetahuan mengenai reproduksi ternak domba ini menjadi hal yang sangat penting bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia ternak domba, terutama yang menggunakan teknik pembibitan. Karena reproduksi domba ini sangat berkaitan dengan kembang biak domba itu sendiri.

Apa itu Reproduksi Ternak Domba ?

Awal Reproduksi Domba

Pada awal masa reproduksi, indukan betina dan jantan akan menampakan beberapa tanda birahi yang dapat Anda amati. Dengan pengamatan inilah maka Anda pun dapat menentukan kapan Anda dapat memulai untuk mengkawinkan indukan betina dengan indukan jantan.

Domba betina yang sedang birahi akan menunjukan beberapa tanda seperti menggerak-gerakan ekor, area vulva mengalami kemerahan, betina sering mengembik dan mencari pejantan atau beberapa kali berdiri secara reflek. Betina pun juga mengeluarkan bau, suara dan perilaku yang khas dan menarik perhatian si jantan.

Sedangkan domba jantan juga menanggapi respon birahi yang ditunjukan oleh si betina. Si jantan juga akan mulai tertarik dengan si betina karena bau dan perilaku si jantan, kemudian mulai pula untuk mengendus vulva si jantan. Selain itu, si jantan juga akan mulai untuk menaiki badan si betina untuk kemudian melakukan perkawinan.

Jika memang sudah terjadi perkawinan antara domba jantan dan betina, si betina dalam rentang waktu 21 hari di mana rentang itu menjadi masa birahi si betina, maka si betina tidak akan lagi menunjukan respon birahi dalam masa itu dan kemudian juga akan terjadi kehamilan.

Inilah proses perkawinan alami yang dapat dijadikan sebagai salah satu alternative utama dalam pembibitan domba. Selain ini, inseminasi buatan juga dapat menjadi pilihan selanjutnya dalam pembibitan domba ini.

Kehamilan Domba

Kehamilan domba, terjadi pada rentang 147 hari sampai 150 hari, bisa lebih satu sampai tiga harian. Memasuki masa melahirkan, Anda harus mulai mengamati keberadaan si betina yang sedang bunting dengan tujuan untuk memberikan pertolongan dengan cepat dan sigap. Karena ada beberapa betina yang dapat melahirkan secara normal, namun di sisi lain, terdapat pula domba betina yang membutuhkan bantuan saat melahirkan.

Setelah anak lahir, anak domba juga harus disusukan kepada induknya. Susu yang dihasilkan setelah masa melahirkan merupakan susu yang mengandung kolostrum yang sangat baik untuk pertumbuhan si anak domba. 

Selain itu, hal lain yang patut diperhatikan adalah mengenai penempatan bayi domba. Bayi domba sebaiknya ditaruh di keranjang dengan posisi yang masih reachable dengan posisi induknya. Hal ini untuk menghindari jangan sampai si induk menginjak anaknya dan si bayi domba masih tetap bisa untuk menyusu pada induknya.

Dalam masa menyusui ini, indukan domba harus mendapatkan asupan makanan yang tepat dan juga cukup. Anda dapat menyiapkan pakan ternak hijauan dari rumput, leguminosa dan juga dari dedaunan. Untuk pakan alami ini memang akan lebih mudah didapatkan jika lokasi ternak Anda di pedesaan dengan padang hijau yang cukup luas. Di samping pakan alami ini, pakan tambahan dalam bentuk mineral juga masih diperlukan oleh domba dalam jumlah dan kualitas yang cukup dan memadai.

Website www.pelatihanpeternakan.comdapat menjadi pilihan Anda untuk mendapatkan informasi lengkap seputar ternak domba dan juga reproduksi ternak domba. Dengan mendapatkan informasi yang lengkap dan tepat, usaha ternak domba yang Anda dapatkan akan mampu dijalankan dengan tepat dan memberikan keuntungan sesuai dengan harapan. Jangan ragu lagi untuk mengunjui situs kami tersebut. Panduan selanjutnya akan Anda dapatkan di dalamnya.

Leave a Reply

1
Klik tombol logo WA untuk bertanya ..
Powered by